Selasa, 29 September 2015

Hijrah Ke Semarang Part 3

Tubikontinyuuu ...
Assalamu alaikum, selamat siang, salam sejahtera ...
Balik maning ngeposting cerita2 yang perlu ngga perlu, yang mau dengar silahkan, yang ngga mau dengar silahkan dibaca saja, wkwkwk..

Kata orang kuliah itu kalau cepat lulus berarti pinter, kalau lulusnya lama berarti kurang pinter, naah.. aku tuh termasuk yang mana ?? aku tuh ya, bukan mahasiswa berprestasi, lulusnya lama, tapi nilai lumayan bagus2.. jadi gimana dong ? faktor X lah yang mempengaruhi, hehehe.. ( alias ngga mau dibilang bodoh nih ).

Kata teman, aku tuh baby face, apaan sih baby face itu ?? aku kan orang kampung bicaranya yang aku mengerti gitu dong ! itu tuh.. wajahnya kekanak2an.. ah, engga juga, biasa aja, normal seperti teman2 seusiaku. Entah benar atau tidak penilaian temanku ini, nyatanya ada beberapa kasus yang aku temui di lapangan, adik kelasku semester 1, aku semester 9 ( hehehe.. ketuaan ya ?.. lg skripsi tuh, ga kelar2 ), eh... sial banget, aku dipanggil  "Dhek" , gondok banget deh rasanya, dan masih banyak lagi kisah serupa. tapi.. sekarang sudah emak2 ya.. bukan anak2 lagi, hehehe..


2005 aku diwisuda S1, plong rasanya, semua beban ringan terasa, walaupun sebenarnya masih ingin melanjutkan pendidikan lagi, semoga lain waktu aku dapat mewujudkan niat ini ( Amin ).

Hijrah Ke Semarang - part 2

Hari demi hari kulalui di kos2an, awalnya sama seperti saat pertama aku hidup di pesantren, betah  ngga betah, doyan ngga doyan, harus dijalani, Alhamdulillah akhirnya akupun dapat beradaptasi.

Persisnya tahun 1999 aku mulai menjadi seorang mahasiswa, semester 1, 2, dan selanjutnya aku lalui pulang pergi dari kos2an ke kampus dengan jalan kaki, panas, hujan, jauh, naik turun jalan kampung, maklum kampusku diperbukitan, kalau sedang musim hujan tanah merah, licin, tanahnya nempel semua di sepatu, sampai kampus, lantaipun turut serta menjadi kotor, jika sedang musim panas, musim praktek, aku membawa beberapa peralatan praktek dari kos2an ke kampus, lumayan berat, malu pula ( kira2 dapat dibayangkan, jurusan tata boga, apa saja peralatan yang dibawa ?? ), bagaimana ngga malu, lewat kos2an pria ... bawaannya ... segala peralatan dapur, makanan diplastik kresek, dll ( jadi emak rempong ).
dari kejadian ini... aku coba lobi bapakku, aku minta dibawakan motor, untuk mobilisasi aku ke kampus, dan urusan akademis lainnya, tapi hal ini dilarang oleh bapakku, sama halnya dulu saat aku di pesantren, aku minta dibawakan kasur lipat, tidak diijinkan oleh bapakku, ya sudahlah, mungkin bapakku ingin mengajarkan aku menjadi sosok yang tidak manja, mandiri, dan kuat menghadapi segala resiko. Tengkyu Bapak, atas pembelajarannya kali ini.


Ini dia, kampusku sudah makin cantik sekarang

Sebenarnya banyak sekali cerita, suka duka di kampus dan kos2an, aku hanya dapat cerita sedikit saja yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang. kadang aku bersama teman kos2anku masak sendiri, kalau sedang malas masak terpaksa beli di warung, langgananku adalah warung Pak Sholeh di gang cempaka ( masih eksis ngga ya kira2 sekarang ? ).Aku sekamar dengan Mbak Prapti, dia orangnya baik banget, sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri, nyuci bersama, makan bersama, tidur bersama, cerita, ngobrol, sedih, senang, suka, duka, dll.

Eee.. ya .. aku ingat !! aku punya cerita lucu, suatu ketika aku dan Mbak Purwi hendak pulang ke kampung, kami naik kereta kaligung ekspres, karena keretanya telat, kami sampai BT banget, nunggunya dari siang sampai jam 8 malam, akhirnya penantian kami pun berakhir, datanglah kereta yang kami tunggu2 " kaligung ekspress ", penumpang berebut untuk mencari tempat duduk. Lalu apa yang terjadi setelah kami ada di dalam kereta ? hujan deras di luar sana, sebenarnya aku merasa takut, walaupun banyak penumpang perempuan, tapi ngeri juga, jalan malam di dalam kereta, hujan deras disertai petir, dan yang paling menggemaskan, di tempat kami duduk ( duduk lesehan di bawah ) atap keretanya bocor, kami kehujanan di dalam kereta, karna memang sedang musim hujan. Untung saja aku bawa payung, aku pakailah itu payung di dalam gerbong kereta, padahal tidak ada satu penumpangpun yang pakai payung di dalam gerbong, hanya aku saja.. iyaa.. aku saja.. ??!!  bisa dibayangkan malunya seperti apa ? aku kehujanan di dalam gerbong kereta, baju basah kuyup, pakai payung, sudah seperti topeng monyet saja, hahaha....
Sarannya sih buat pengelola KAI, perlu diperhatikan kenyamanan penumpang. Semoga sekarang ngga ada lagi kasus sepertiku ini. Gimana ? lucu ngga ceritaku ini ? atau menyedihkan ? di heppi in aja deeh... hehehe..

Hijrah Ke Semarang - part 1

Assalamu alaikum ... Mas Brow Mbak Brow, apa kabarnya neeh ?? baik ya tentunya, sama seperti diriku, alhamdulillah sehat wal afiat. Lanjut maning yuk ngeposting cerita nya, kemarin sudah cerita tentang  bagaimana kehidupanku di Pesantren, sekarang aku coba ingat2 kembali masa mudaku di Semarang.

Setelah lulus SLTA, melalui jalur PMDK ( kepanjangannya apa ya ? lupa ! hehehe, itu loh, masuk perguruan tinggi tanpa test ) aku melaju ke Semarang, melanjutkan pendidikan di sana, awalnya aku pilih 2 pilihan jurusan, jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Tata Boga, mmm... rupa2nya Allah menginginkan aku masuk jurusan Tata Boga, karena aku tidak bisa memasak, aku diterima dijurusan ini  http://unnes.ac.id/prodi/pendidikan-tata-boga-s1/. Apapun itu, aku bersyukur sekali masih bisa menikmati indahnya sekolah, Terimakasih Allah, terimakasih orangtua ku.

Masih ingat banget bagaimana ceritanya aku bisa ke Semarang bersama bapakku, hari itu kami meluncur ke Semarang, kota yang menurut kami adalah kota besar, dan belum pernah kami kunjungi sama sekali, maklumlah, kami adalah wong ndeso, rencananya aku akan daftar ulang, berangkat pagi2 buta dari Tegal, kami naik bis umum, sampai ke terminal semarang sekitar pk. 12.00 WIB, kami lanjut naik bis jurusan kampus IKIP NEGERI SEMARANG (  http://unnes.ac.id/ ) .  Setibanya di sana, kami menuju ke gedung rektorat, untuk melakukan pendaftaran ulang. Aku tidak tega sebenarnya melihat bapakku, kasihan, beliau harus jalan kaki panas dibawah terik matahari, jarak yang jauh, dari jalan utama ke gedung rektorat, kemudian dari rektorat jalan lagi menuju kampus jurusan, entah jaraknya berapa KM, masih jalan lagi menuju kantor pos untuk menanyakan kode pos ( maklum, jaman dulu belum bisa pakai internet, HP juga harganya masih selangit ), yakin.. sung.. sungguh.. diperjalanan aku menangis melihat bapakku berkorban untuk anaknya, supaya bapak tidak melihatku menangis, segera aku usap air mata sambil memalingkan muka dari pandangan bapakku, LOVE YOU Bapak.

Suwer, aku lupa banget bagaimana aku pindahan dari Tegal ke kos2an di Semarang, singkat cerita akhirnya aku jadi seorang mahasiswa. Namanya mahasiswa baru, pasti dong ada acara ospek, yaahh.. aku melewati masa ospek biasa2 saja, karena aku tergolong orang yang susah bergaul, jujur.. aku ngga mudah dapat teman, jadi intinya.. tidak ada cerita spesial saat ospek, temen tidak punya, pulang pergi sendiri, hampa deh rasanya, untung banyak kakak kos2an yang support anggota barunya di kos2an, Tengku Mba Aas, Mba Prapty, Mba Purwi, Mba Tini, Mba Ro'i, semoga kalian diberi keberkahan, dan kesehatan, Amiin.


Kamis, 24 September 2015

SLTP dan SLTA ku di Al-Hikmah - Benda

Sesi 6 merupak sesi terakhir aku menceritakan perjalanan masa kanak2ku, dipostingan ini aku akan menceritakan perjalanan sekolah formalku di tingkat SLTP dan SLTA. Aku melanjutkan sekolah di sebuah Pesantren, namanya AL-HIKMAH terletak di desa Benda, kec. Sirampog, kab Brebes, tepatnya sebelah selatan kota Tegal. https://www.google.com/maps/search/PONPES+ALHIKMAH+2+BENDA/@-7.2212081,109.0378484,17z/data=!3m1!4b1

Aku lupa, bagaimana kisahnya kenapa aku sampai ke sana, yang aku ingat, saat aku lulus SD, aku ditawari oleh bapakku, mau sekolah SMP. N atau ke Pesantren, dan aku memilih Pesantren. Tahun 1993, hari yang ditunggu2 tiba, aku diantar keluargaku berangkat menimba ilmu di sana, sebenarnya lumayan kaget ya.. suasananya berbeda sekali dengan di luar sana, banyak jemuran bergelantungan, kamar kompleks yang empet2an, dan lain2,  mau bagaimana lagi, sudah pilihanku, aku harus bisa dan betah.
Minggu2 pertama aku tinggal di sana, aku merasakan ketidakbetahan, sedih, kangen keluarga, beribu2 perasaan berkecamuk di dalam hati, aku mulai benar2 belajar mandiri di Pesantren. Untung masih ada saudara di sana, setidaknya mereka bisa menghiburku, menemaniku ngobrol, bergurau, hingga aku melupakan kerinduanku dengan saudara dan kampung halaman. Tak terasa hari demi hari aku lalui di Pesantren, dan akupun mulai terbiasa dengan keadaan di sana, karena banyak temanlah yang membuat aku bisa beradaptasi, karena padatnya kegiatanlah yang membuat aku lupa akan kesedihan. dan karena ilmu lah aku harus tetap bertahan.

Tahun pertama di SLTP, aku memilih sekolah SMP, namun saat kelas 2, aku memutuskan pindah sekolah di MTs, yang masih satu yayasan, sekolahnya hanya beda gedung di belakang gedung SMP. dan menginjak SLTA aku ambil sekolah SMA ( Tahun 1996 - 1999 )

Di sini, tempatku menimba ilmu agama

Kegiatan di Al-Hikmah cukup padat, dari sekolah hingga ngaji, coba aku rinci kegiatannya ya :

  • 04.00  : bangun pagi, antri kamar mandi
  • 04.30  : jamaah subuh
  • 05.00  : tadarusan ( baca quran )
  • 06.00  : Ngaji kitab kuning
  • 07.00  : sarapan
  • 07.15  : berangkat sekolah
  • 13.00  : pulang sekolah, sholat dzuhur, dan istirahat
  • 16.00  : antri mandi sore, dilanjutkan shotal ashar
  • 18.00  : jamaah maghrib
  • 18.30  : pengajian kitab kuning
  • 19.00  : jamaah isya
  • 19.30  : pengajian umum ( kitab kuning )
  • 21.00  : takrorudurus  / takror / belajar bersama
  • 22.00  : istirahat malam 
Lumayan padat kan kegiatannya, belum lagi jika bulan ramadhan tiba, jadwal akan lebih padat, digunakan untuk pasaran kitab kuning, tapi itulah yang membuat waktu puasa tidak terasa.

Ada kisah lucu tentangku di sini, aku sering banget ngigo, mungkin lantaran kelelahan kali ya.. ngigonya bikin malu pula, aku pernah tertidur dipengajian, aku kumpulkan semua sampah yang berserakan disisiku, aku umpetin, tau deh, sambil merem, apa yang ada dalam fikiranku saat itu, semua teman yang duduk disampingku menertawakanku. Ada lagi, aku dibangunkan oleh kakak kelasku untuk sholat dzuhur, bukannya bergegas bangun ambil air wudlu, malah bangun lalu duduk sambil mencium kaos kaki  ( astahgfirulloh hal adziim ), mungkin saking lelahnya pulang sekolah, hahahaha.....  makanya kalau mau tidur baca doa dulu, biar ngga kaya aku tuh, jelek banget kan diceritain, bikin malu aja !. Sssttt .. ada 1 lagi nih, mau dengar ?? aku pernah kejedot tiang saat pengajian umum, hahaha.. sampai disindir loh sama Abah yai ( Pak Kyai ), maluu akuu...


Al-mukarrom KH. Masruri Abd. Mughni, Alm
pengasuh ponpes Al-Hikmah 2 

Di pesantren, makan, mandi, dll semua serba antri, gimana ngga antri, santrinya ribuan orang. Jika ada barang2 yang hilang bukan lagi suatu keanehan, maklumlah banyak orang, banyak barang mungkin saja hilang, mungkin saja tertukar itu sudah biasa. Saking biasanya, karena sandalku hilang terus, aku merasa lelah jika harus beli terus, suatu saat sandalku hilang dan aku tidak lagi membeli gantinya, sandal yang ada terpaksa aku pakai untuk berangkat ngaji, entah sandal siapa, sandal itu sandal selen ( bukan sandal pasangannya ), yang 1 berwarna hijau ukuran kecil, yang 1 berwarna oranye berukuran agak besar, aku seperti orang gila saat itu, terpaksa aku lakukan hal ini, urat maluku sudah lepas, bahkan  pernah pula aku sampai menyiapkan gembok untuk sandalku.

Namaya juga remaja, walaupun aturan sudah ketat, masih aja ada perbuatan jahil yang dilakukan, hihihi... masih inget banget deh, jaman dulu kan belum ada HP, pejer juga ga kuat beli ( hehehe.. ), aku pernah melakukan kesalahan di pesantren bersama gank ku, kesalahannya adalahh.... gedor2 tembok asrama cowo, yang mana masih 1 tembok dengan asrama cewe, kami gedor2 di tembok itu, ngapain ?? ya ngobrol ngalor ngidul. Sampai suatu saat, ketahuan sama pengurus, dihukumlah kami.. hukumannya suruh baca surat at-taubah, setoran jus amma, dan bersih2 komplek ( naah, kaya gini nih yang tidak boleh ditiru, buat para emak2 yg punya anak remaja, musti diawasin ya.. biar ngga salah pergaulan ).

Rabu, 23 September 2015

Nyong Wong Tegal

hai..hai.. welkom wong Tegal, aku asli penduduk Tegal, lahir di Tegal, masa kecil di Tegal, tinggal di Tegal, hanya saja sekarang jadi manusia semacam manusia purba " nomeden ", kadang kangen sih sama kampung halaman, tapi.. sekarang sepi banget kampungku itu, semua penduduk merantau, yang tinggal hanyalah para nenek2 dan kakek2, jadi ngga betahin banget deh. bagaimanapun, Tegal adalah tempat tumpah darahku, ada segunung makanan khas di sana yang selalu aku rindukan manakala pulang kampung, buat yang kangen kota tegal, cekidot !! yuk mari kita buka warung .. ini dia, penampakan warung khas Tegal, menyediakan aneka macam makanan dan minuman penggoda lidah, yuuk marii....


 Ini namanya sauto Tegal, terdiri dari daging / ayam, kuah soto, tauge, daun bawang, dan ada sensasi kriuknya, yang dicampur dengan tauco khas tegal yg nikmat

kalau yang ini, semua orang Tegal pasti tau, Ini adalah warung sauto Pak Daan / Jenggot


kacang Bogares, renyah, gurih, ada sensasi manisnya


pilus


Krupuk Antor


Kupat Glabed 


Letopnya ( Semacam pia, namun kering ) 


Rujak teplak 


 Manisan Guci


Rujak Kangkung

 
Mie glopot


Sate Blengong


Sega Ponggol 


Tahu Aci / Tahu Kuping / Tahu Murni


 Tahu Pletok

 
 Teh Poci Gula Batu


Teh Tubruk

Selasa, 22 September 2015

Masa Kecilku ( 5 th s/d 11 Th) Sesi 6

Kembali lagi duduk di depan PC, mengingat2 cerita masa kecil, untuk dicoret dipostingan kali ini, sesi 6.
dari sekian banyak mainan anak2 yang telah aku ceritakan di sesi sebelumnya, masih ada beberapa mainan masa kecilku yang belum aku kabar kabari, aku suka main karet, bola bekel, wayang, gambar pada ( kartu dengan 2 gambar yang sama ), dan congklak. Aku juga memiliki piano jadul dari kayu, masih inget banget piano itu akhirnya rusak hancur berkeping2 dibanting oleh sepupuku, begitu juga boneka susanku (boneka yang kalau dilepas empengnya dia akan menangis ), bagian baterenya ditarik, dicabut hingga boneka tak bisa menangis lagi. Hiks..hiks.. , bagiku dia kejam sekali saat itu, hatiku hancur berkeping2, tapi ya sudahlah, itu cerita masa kecil, pelajaran ceritaku kali ini adalah, kita tidak boleh dendam pada siapapun, ikhlas menghadapi situasi apapun ( mohon maaf ya.. yang ini identitas tidak dapat ku sebutkan ).

kira2 seperti inilah penampakan pianoku yang jadul itu 
( kangen banget, ingin memilikinya lagi )


 Boneka susan yg menggemaskan

Setiap libur kenaikan kelas, aku main ke orang tuaku yang sedang merantau, kira2 seminggu aku bersama orang tuaku, sambil mengumpulkan uang jajan, dan perlengkapan sekolah, setelah masa liburan selesai, aku kembali ke kampung dengan membawa oleh2 buanyaaak banget, ini dia  musim liburan yang paling aku tunggu2.

Bagaimana dengan makanan jaman dulu, tahun 80-90 an, masih ada ngga ya di jaman sekarang. beberapa sih masih ada, biasanya dijajakan di sekolah, dari es mambo, kojek ( cilok ), es potong, es goyang, arumanis rambut nenek, dan masih banyak lagi. Sebenarnya aku tuh lagi cari2 resep gulali sutra, aku pernah coba, tapi gagal, itu dia gulali yang paling aku idolakan, rasanya manis, lembut dimulut.

 Gulali sutra
 sempeleo

es potong
 
arumanis rambut nenek
 
arumanis
 
es goyang
 
es tungtung
 
es mambo

Sesi 6 ini adalah sesi terakhir aku bercerita tentang masa kanak2ku, karena saat menginjak SLTP aku lanjutkan pendidikanku ke pesantren. Ok .. !! sampai jumpa di coretan ceritaku di postingan mendatang ya..

Senin, 21 September 2015

Masa Kecilku ( 5 Th s/d 11 Th ) Sesi 5

Lanjut maning,
Postingan beberapa hari lalu, aku sudah bercerita tentang semir sepatuku yang unik, antik, dan njijeni ( hahaha ), sekarang apalagi ya ? terlalu banyak memori masa kecil , musti mana dulu yang aku posting, bingung ! aku coba untuk mengurutkan beberapa kejadian yang masih  senat senut di otakku.

Nenekku banyak menerima titipan cucu dari anak2nya, rumah nenek itu semacam panti asuhan, dan salah satu pesertanya adalah aku. Masih inget banget tuh, kalau mau tidur, ranjang kasurnya berebut dengan beberapa peserta, 1 ranjang ditempati 4 orang, dan yang tidak kebagian, silahkan tidur di ruang tamu, dan di depan TV bersama nenek ( TV nya jaman dulu yang ada rumah kayunya, yang ditutup dengan kerai kanan kirinya, dan ada kaki panjang, kalau mau cari channel tinggal puter kaya radio ).

ini dia, TV masa lampau, guedhenya. kanan kirinya terdapat kerai
Kami ;  Aku, Mas Mul, Wawan, dan Doni ( mereka sepupuku ), tidur dalam 1 ranjang, dan yang paling rese adalah mas Mul, dia suka kentut, kentutnya bisa 10 kali lebih, suaranya menggelegar, baunyaaa.. jangan ditanya ( hahaha ), dan siapa yang jago ngiler, jawabannya juga sama, Mas Mul, dialah jagonya ( wkwkwk.. Piss ya Mas.. ).
Hehehe.. kalau ditanya siapa yang ngompol ?? aku ngaku deeh.. ya, aku pernah ngompol sekali, pakaiannya aku umpetin di pinggir ranjang, paginya perasaan takut minta ampun, kasur basah, bau pesing pula, nenek berkicau, waduuuhhh... !!!
Buat yang masih suka ngompol, jangan ditiru ya, engga baik, kalau mau tidur, pipis dulu, lalau ambil air wudlu, jangan kaya aku dulu tuh.. wkwkwkwk ..

Kalau yang tidurnya ga di ranjang, mereka bisa tidur bersama nenek, masih inget banget, nenek suka nyetel radio, lagunya tarlingan, dan drama khas cirebon ( Apa namanya ya ?? ), suasananya mencekam, tapi bikin kangen masa2 itu. Obat nyamuknya yang dibakar, gambar sodara2 kita tuh ( hahaha ).

Macam ini nih radio jadulnya, puter2 pilih gelombang
Ngomong2 soal obat nyamuk bakar, jadi keingetan, dulu waktu numpang tidur di rumah sodara, bantal dan selimut sampai kebakar gara2 aku tidurnya kaya cacing kepanasan, untung saja aku tidak ikut terpanggang ( Terima Kasih ya Allah ).

ini dia obat nyamuknya cap 2 saudara, hahaha..


Cerita tengah malamnya sudah, sekarang lanjut cerita siang hari.. siang bolong, apalagi yang bolong ?? ( hehehe). namanya juga anak perempuan, setomboy2nya tetep aja masih mainan jual2an, suka banget main jual2an / pasaran, bersama Mba Susan, Erni, Santi, Narti ( dll yang tidak dapat aku sebutkan 1/1 ), paling judes adalah Mba Susan, kalau ada peserta yang jualannya sama dengan dia, langsung dimarahi. paling kalem Erni, kalau dagangannya tidak laku, dia langsung beres2 lalu bubar barisan sendiri, kalau Narti tugasnya jadi pembeli, sedangkan aku.. penjual biasa yang kalem, tetep laku jualannya, ga bisa dimarahi Mba Susan ( hehehe, amaaann ), uang yang digunakan dari bekas bungkus permen, dan bekas tutup botol yang ditipiskan. Kalau mau jualan minyak, aku membuatnya dari daun bunga sepatu yang diremas2 ditambah air. Kalau mau jual jamu pakai air taji, bekas cucian beras. kalau mau jual bubur atau nasi, dari tanah / pasir yang dicampur air. kalau mau jual pecel, bumbunya dari bata merah dihaluskan lalu dicampur dengan sayuran2 dari daun2an, dll.

Masih ada lagi, mainan BP atau orang2an. kalau pulang sekolah, setelah makan, sebelum melanjutkan sekolah TPA, disempatkan main BP, paling seneng kalau mainnya sama saudara tertua, Yu Mur, dia jago banget main BP nya, bikin ceritanya itu lho.. yang bikin pendengar mengikuti alur ceritanya, suasananya, dan masih inget banget, lakon utamanya beliau adalah "Anton" ( ya kan Yu Mur ?? ).

* Yu : Panggilan kepada kakak perempuan.

gambar BP yang nge-in tahun 80-90 an

Kira2, ada yang pernah ngalamin cacingan engga ??, nah itu tuh.. penyakit yang pernah aku alami dulu. karena tubuhku yang selalu kurus, nenekku udah kaya dokter aja, memvonis aku cacingan, disuruhnyalah tetangga untuk memeriksakan aku ke puskesmas, dan akupun diberi obat cacing oleh dokter, botolnya berwarna coklat, yang bentuknya orang perut buncit ( ada yang ingat ? ), aku minum obat itu sesuai anjuran dokter. Seminggu aku tak berani untuk BAB, setiap kali merasa mules, selalu aku tahan, akhirnya masa itu tak berlangsung lama, ibarat punya bisul, bisulnya pecah, dan saudara yang mendampingiku adalah Mba Susan, dia setia menemaniku di WC ( hihihi.. jorok banget sih .. maaf ya pemirsa .. ), cacingnya gelantungan, besar, bukan cuma 1, aku teriak ketakutan, Mba Susan lah yang membantuku menarik cacing2 itu dengan 2 potong ranting ( oowwh.. terima kasih Mba Susan.. ). Pemirsa.. mohon maaf kalau coretan saya ngelantur, hanya sekedar bercerita, silahkan ambil sisi baiknya saja, tidak untuk ditiru.

Sabtu, 19 September 2015

Masa Kecilku ( 5 th s/d 11 Th ) Sesi 4

Lanjut yuuk...
Aku tuh ya, punya kebiasaan buruk, buruk banget deh pokoknya, pantesan sampai aku dewasa aku ngga bisa gemuk, mungkin efek dari kebiasaan buruk ini, coba tebak, kebiasaan apa ?? mmm.. aku jawab sendiri ya .. itu loh, NGEMPENG ( hihihi.. jadi malu ), aku ngempeng pakai jempol tangan sebelah kiri, sambil memeluk bantal kesayangan, ujungnya aku elus2, nikmat banget rasanya, damai.. ngefly .. , kebiasaan buruk ini berlangsung hingga usiaku memasuki kelas 1 SLTP ( please, jangan ditiru ya.. !! ).

Jauh dari orang tua, aku juga rajin nabung, sedikit2 uang sisa jajan aku kumpulkan dalam celengan ( belum ada ATM junior ya..), tapi sayang.. uangku habis, raib, hilang entah kemana, rupanya ada tangan2 jahil yang mencurinya, aku hanya bisa menangis, mengadu sama nenekpun tidak bisa mengembalikan uangku yang hilang.

Setiap bulan, aku selalu dikirimi uang oleh orang tuaku, entah berapa juta saat tahun 90an ( hahaha.. gayanya juta2an, paling juga puluhan ribu ), uangnya aku titipkan kepada nenek, untuk dibelanjakan keperluanku, dan selalu dikirim susu, seneng banget rasanya. kalau sekarang sudah ada ATM, Tiki, POS, JNE, dll.. dulu.. selalu nunggu ada keluarga atau saudara yang hendak pulang kampung baru bisa titip.

Oya, ada yang tahu makanan intip engga ?, itu loh, makanan yang berasal dari kerak nasi liwet, nenekku seneng banget nih sama makanan ini, kalau lagi musim paceklik ( ga ada persediaan makanan ), nenekku selalu membekali aku dan soudara2ku makanan intip ini untuk bekal sekolah. Sebelum berangkat, aku bertugas menggoreng intip dahulu bersama kakak sepupuku, kalau intip sudah matang, kami boleh bergegas berangkat sekolah.

Ini dia intip gorengnya, enak dan gurih

Selain intip, macam2 es, macam2 gulali, masih banyak lagi makanan yang jadi favoritku dijamannya, ini dia : 

anak mas 

coklat coki 


plembungan 

permen susu 

mie lidi / biting

 Coklat jago

Es Batok

 
Permen karet

 Permen Mint chicklet

 Permen roko

 dan masih banyak lagi

Ada kisah jelek lagi nih.. dulu, kalau mau berangkat sekolah sepatu masih kotor, aku selalu membersihkannya dengan minyak jelantah ( minyak bekas pakai ), gosok-gosok-gosok.. CLING !! taraaa  !!! jadi kinclong, dengan catatan sepatunya sepatu vantovel ya, bukan sepatu sport. Namanya juga jaman jadul, di kampung pula, belum ada semir sepatu.

 Kalau ini sandal Lily kesukaan nenekku

Masa Kecilku ( 5 th s/d 11 Th ) Sesi 3

Tubi kontinyu yaah..
Karena jauh dari orang tua, aku musti jaga diri, sebisa mungkin aku dapat mengatur diriku sendiri. Untung nenekku adalah orang yang cerewet, coba kalau nenekku tidak cerewet, mungkin aku jadi anak yang males makan, males sekolah, malas ngaji, malas bangun pagi dan malas2 yang lain. Dulu, kalau kami malas ngaji, nenekku selalu ngomel2, kalau pulang sekolah engga makan, nenekku selalu marah, kalau waktunya maghrib masih main nenekku selalu bilang "Nanti kalau nenek sudah meninggal, kalian bakal nenek begal karena engga mau sholat", ya Allah .. nenek.. ko bilang begitu ya ? emangnya nenek tukang begal ? ( wkwkwk ), namanya juga anak2, digituin aja takutnya minta ampun.


 Nyong karo magede = aku dan nenekku
 

Alhamdulillah, kami ( aku dan sodara2ku yang indekos di rumah nenek ), kami diajarkan disiplin, hidup priatin tanpa orang tua. saatnya maghrib dan isya, kami selalu ke mushola, ngaji, tadarusan. kalau pulang sekolah dasar, sorenya kami lanjut sekolah madrasah ( kalau sekarang namanya TPA ), saat bulan ramadhan kami tidak boleh makan makanan berbuka kalau engga puasa, alhasil musti puasa dong ( ya iyalah, namanya juga kewajiban ), kalau nenek sakunya sudah tipis, kami makan cukup dengan terasi bakar dan nasi putih saja ( nikmatnyaaaaa .... subhanallah, cobain deh kalau ngga percaya, hehehe ), dan saat hari minggu tiba, aku mulai beres2 sepatu, seragam dicuci semua, cuci sendiri dong ( waktu masih kelas 1-2 sih yang nyuci kakak sepupu ), selesai nyuci udah deh.. saatnya bermain, cekidot.. !!

Namanya juga anak2, selalu jadi tukang suruhan, berat sih rasanya kalau disuruh2, tapi.. nenek selalu kasih aku uang kalau aku mau disuruh, ya .. mau lah.. kan ada upahnya ( jangan ditiru ya, perbuatan ini, tidak baik !!, membantu itu harus ikhlas, cie..cie .. ceramah nih ye..). Disuruh ngapain ? ya disuruh beli minyak, beli gula, beli apa saja kebutuhan dapur, bahkan mau dicariin kutunya pun aku diupahi lho !, lha kok bisa ? harusnya yang nyariin kutu yang diupahi ya ( kebalik nih ).

Biarpun aku cewek, aku juga pernah loh main layangan, main gundu, main kartu ( astaghfirulloh, dosa apalagi ini ?? jangan ditiru ya main kartunya ), seru banget deh pokoknya. Belajar jualan juga aku sering. saat Budheku buat es mambo, akulah yang jadi tenaga pemasarnya. Pernah suatu saat, saudaraku pada jualan makanan, aku ikut2an pengen jualan makanan, buka warung, pulang sekolah warung aku buka, ada jual es, kue2, permen, dll. laba engga ya kira2 ?? ternyata tidak dapat laba sama sekali teman2 makanan habis, uang tidak mencapai BEP ( Huft.. yang penting seneng aja deh ).
Dulu waktu minta dimodalin jualan, lantaran mama ku tidak setuju aku jualan ( kelas 4 SD ), aku ngambek, aku ngumpet di kolong kursi, mama ku mencariku kemana2, ya.. aku ngambek sambil nangis di kolong kursi ( hihihi.. kalau inget lucu juga ya ), tapi akhirnya mama ku setuju juga aku berjualan ( TQ Mah ).

Kecil2 sudah belajar jualan, meskipun engga dapet untung, yang penting seneng. Bukan hanya jualan, aku juga sudah belajar hutang ( wkwkwk.. jangan ditiru ya ..!!), hutang apaan ?? gini looh, jangan negatif thingking dulu dong, aku kan jauh dari orang tua, kiriman uang sebulan sekali, itupun kalau sesuai jadwal, biasanya engga nentu, kalau lagi ngga punya uang, pengen jajan, mau gimana lagi.. ?? jalan satu2nya ya berhutang. Jangan salah loh, aku engga sembarangan hutang, hanya 1 orang saja yang aku hutangi, yaitu Bi Dasri. Siapakah Bi Dasri gerangan ?? dia adalah pahlawanku, pahlawan kesiangan wkwkwk.. engga deeh, beliau itu pedagang alias bakul es dawet, setiap siang bolong beliau lewat depan rumah, semua anak2 pada beli, nah.. aku utang deh sama Bi Dasri ini, daripada ngiler pengen dawet ngga kesampean, hampir tiap hari ini adalah minuman wajib saat aku kecil, pelepas dahaga nan lara, kalau sudah numpuk tuh hutangnya, dan aku dapat kiriman, langsung deeh bayarin. So.. aku engga nakal ya, utang ngga bayar, jujur itu kunci utama buatku.


kurang lebih beginilah penampilan dawetnya

kalau yang ini, namanya KEMBANG TEMU