Senin, 21 September 2015

Masa Kecilku ( 5 Th s/d 11 Th ) Sesi 5

Lanjut maning,
Postingan beberapa hari lalu, aku sudah bercerita tentang semir sepatuku yang unik, antik, dan njijeni ( hahaha ), sekarang apalagi ya ? terlalu banyak memori masa kecil , musti mana dulu yang aku posting, bingung ! aku coba untuk mengurutkan beberapa kejadian yang masih  senat senut di otakku.

Nenekku banyak menerima titipan cucu dari anak2nya, rumah nenek itu semacam panti asuhan, dan salah satu pesertanya adalah aku. Masih inget banget tuh, kalau mau tidur, ranjang kasurnya berebut dengan beberapa peserta, 1 ranjang ditempati 4 orang, dan yang tidak kebagian, silahkan tidur di ruang tamu, dan di depan TV bersama nenek ( TV nya jaman dulu yang ada rumah kayunya, yang ditutup dengan kerai kanan kirinya, dan ada kaki panjang, kalau mau cari channel tinggal puter kaya radio ).

ini dia, TV masa lampau, guedhenya. kanan kirinya terdapat kerai
Kami ;  Aku, Mas Mul, Wawan, dan Doni ( mereka sepupuku ), tidur dalam 1 ranjang, dan yang paling rese adalah mas Mul, dia suka kentut, kentutnya bisa 10 kali lebih, suaranya menggelegar, baunyaaa.. jangan ditanya ( hahaha ), dan siapa yang jago ngiler, jawabannya juga sama, Mas Mul, dialah jagonya ( wkwkwk.. Piss ya Mas.. ).
Hehehe.. kalau ditanya siapa yang ngompol ?? aku ngaku deeh.. ya, aku pernah ngompol sekali, pakaiannya aku umpetin di pinggir ranjang, paginya perasaan takut minta ampun, kasur basah, bau pesing pula, nenek berkicau, waduuuhhh... !!!
Buat yang masih suka ngompol, jangan ditiru ya, engga baik, kalau mau tidur, pipis dulu, lalau ambil air wudlu, jangan kaya aku dulu tuh.. wkwkwkwk ..

Kalau yang tidurnya ga di ranjang, mereka bisa tidur bersama nenek, masih inget banget, nenek suka nyetel radio, lagunya tarlingan, dan drama khas cirebon ( Apa namanya ya ?? ), suasananya mencekam, tapi bikin kangen masa2 itu. Obat nyamuknya yang dibakar, gambar sodara2 kita tuh ( hahaha ).

Macam ini nih radio jadulnya, puter2 pilih gelombang
Ngomong2 soal obat nyamuk bakar, jadi keingetan, dulu waktu numpang tidur di rumah sodara, bantal dan selimut sampai kebakar gara2 aku tidurnya kaya cacing kepanasan, untung saja aku tidak ikut terpanggang ( Terima Kasih ya Allah ).

ini dia obat nyamuknya cap 2 saudara, hahaha..


Cerita tengah malamnya sudah, sekarang lanjut cerita siang hari.. siang bolong, apalagi yang bolong ?? ( hehehe). namanya juga anak perempuan, setomboy2nya tetep aja masih mainan jual2an, suka banget main jual2an / pasaran, bersama Mba Susan, Erni, Santi, Narti ( dll yang tidak dapat aku sebutkan 1/1 ), paling judes adalah Mba Susan, kalau ada peserta yang jualannya sama dengan dia, langsung dimarahi. paling kalem Erni, kalau dagangannya tidak laku, dia langsung beres2 lalu bubar barisan sendiri, kalau Narti tugasnya jadi pembeli, sedangkan aku.. penjual biasa yang kalem, tetep laku jualannya, ga bisa dimarahi Mba Susan ( hehehe, amaaann ), uang yang digunakan dari bekas bungkus permen, dan bekas tutup botol yang ditipiskan. Kalau mau jualan minyak, aku membuatnya dari daun bunga sepatu yang diremas2 ditambah air. Kalau mau jual jamu pakai air taji, bekas cucian beras. kalau mau jual bubur atau nasi, dari tanah / pasir yang dicampur air. kalau mau jual pecel, bumbunya dari bata merah dihaluskan lalu dicampur dengan sayuran2 dari daun2an, dll.

Masih ada lagi, mainan BP atau orang2an. kalau pulang sekolah, setelah makan, sebelum melanjutkan sekolah TPA, disempatkan main BP, paling seneng kalau mainnya sama saudara tertua, Yu Mur, dia jago banget main BP nya, bikin ceritanya itu lho.. yang bikin pendengar mengikuti alur ceritanya, suasananya, dan masih inget banget, lakon utamanya beliau adalah "Anton" ( ya kan Yu Mur ?? ).

* Yu : Panggilan kepada kakak perempuan.

gambar BP yang nge-in tahun 80-90 an

Kira2, ada yang pernah ngalamin cacingan engga ??, nah itu tuh.. penyakit yang pernah aku alami dulu. karena tubuhku yang selalu kurus, nenekku udah kaya dokter aja, memvonis aku cacingan, disuruhnyalah tetangga untuk memeriksakan aku ke puskesmas, dan akupun diberi obat cacing oleh dokter, botolnya berwarna coklat, yang bentuknya orang perut buncit ( ada yang ingat ? ), aku minum obat itu sesuai anjuran dokter. Seminggu aku tak berani untuk BAB, setiap kali merasa mules, selalu aku tahan, akhirnya masa itu tak berlangsung lama, ibarat punya bisul, bisulnya pecah, dan saudara yang mendampingiku adalah Mba Susan, dia setia menemaniku di WC ( hihihi.. jorok banget sih .. maaf ya pemirsa .. ), cacingnya gelantungan, besar, bukan cuma 1, aku teriak ketakutan, Mba Susan lah yang membantuku menarik cacing2 itu dengan 2 potong ranting ( oowwh.. terima kasih Mba Susan.. ). Pemirsa.. mohon maaf kalau coretan saya ngelantur, hanya sekedar bercerita, silahkan ambil sisi baiknya saja, tidak untuk ditiru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar