Aku lupa, bagaimana kisahnya kenapa aku sampai ke sana, yang aku ingat, saat aku lulus SD, aku ditawari oleh bapakku, mau sekolah SMP. N atau ke Pesantren, dan aku memilih Pesantren. Tahun 1993, hari yang ditunggu2 tiba, aku diantar keluargaku berangkat menimba ilmu di sana, sebenarnya lumayan kaget ya.. suasananya berbeda sekali dengan di luar sana, banyak jemuran bergelantungan, kamar kompleks yang empet2an, dan lain2, mau bagaimana lagi, sudah pilihanku, aku harus bisa dan betah.
Minggu2 pertama aku tinggal di sana, aku merasakan ketidakbetahan, sedih, kangen keluarga, beribu2 perasaan berkecamuk di dalam hati, aku mulai benar2 belajar mandiri di Pesantren. Untung masih ada saudara di sana, setidaknya mereka bisa menghiburku, menemaniku ngobrol, bergurau, hingga aku melupakan kerinduanku dengan saudara dan kampung halaman. Tak terasa hari demi hari aku lalui di Pesantren, dan akupun mulai terbiasa dengan keadaan di sana, karena banyak temanlah yang membuat aku bisa beradaptasi, karena padatnya kegiatanlah yang membuat aku lupa akan kesedihan. dan karena ilmu lah aku harus tetap bertahan.
Tahun pertama di SLTP, aku memilih sekolah SMP, namun saat kelas 2, aku memutuskan pindah sekolah di MTs, yang masih satu yayasan, sekolahnya hanya beda gedung di belakang gedung SMP. dan menginjak SLTA aku ambil sekolah SMA ( Tahun 1996 - 1999 )
Di sini, tempatku menimba ilmu agama
Kegiatan di Al-Hikmah cukup padat, dari sekolah hingga ngaji, coba aku rinci kegiatannya ya :
- 04.00 : bangun pagi, antri kamar mandi
- 04.30 : jamaah subuh
- 05.00 : tadarusan ( baca quran )
- 06.00 : Ngaji kitab kuning
- 07.00 : sarapan
- 07.15 : berangkat sekolah
- 13.00 : pulang sekolah, sholat dzuhur, dan istirahat
- 16.00 : antri mandi sore, dilanjutkan shotal ashar
- 18.00 : jamaah maghrib
- 18.30 : pengajian kitab kuning
- 19.00 : jamaah isya
- 19.30 : pengajian umum ( kitab kuning )
- 21.00 : takrorudurus / takror / belajar bersama
- 22.00 : istirahat malam
Ada kisah lucu tentangku di sini, aku sering banget ngigo, mungkin lantaran kelelahan kali ya.. ngigonya bikin malu pula, aku pernah tertidur dipengajian, aku kumpulkan semua sampah yang berserakan disisiku, aku umpetin, tau deh, sambil merem, apa yang ada dalam fikiranku saat itu, semua teman yang duduk disampingku menertawakanku. Ada lagi, aku dibangunkan oleh kakak kelasku untuk sholat dzuhur, bukannya bergegas bangun ambil air wudlu, malah bangun lalu duduk sambil mencium kaos kaki ( astahgfirulloh hal adziim ), mungkin saking lelahnya pulang sekolah, hahahaha..... makanya kalau mau tidur baca doa dulu, biar ngga kaya aku tuh, jelek banget kan diceritain, bikin malu aja !. Sssttt .. ada 1 lagi nih, mau dengar ?? aku pernah kejedot tiang saat pengajian umum, hahaha.. sampai disindir loh sama Abah yai ( Pak Kyai ), maluu akuu...
Al-mukarrom KH. Masruri Abd. Mughni, Alm
pengasuh ponpes Al-Hikmah 2
Namaya juga remaja, walaupun aturan sudah ketat, masih aja ada perbuatan jahil yang dilakukan, hihihi... masih inget banget deh, jaman dulu kan belum ada HP, pejer juga ga kuat beli ( hehehe.. ), aku pernah melakukan kesalahan di pesantren bersama gank ku, kesalahannya adalahh.... gedor2 tembok asrama cowo, yang mana masih 1 tembok dengan asrama cewe, kami gedor2 di tembok itu, ngapain ?? ya ngobrol ngalor ngidul. Sampai suatu saat, ketahuan sama pengurus, dihukumlah kami.. hukumannya suruh baca surat at-taubah, setoran jus amma, dan bersih2 komplek ( naah, kaya gini nih yang tidak boleh ditiru, buat para emak2 yg punya anak remaja, musti diawasin ya.. biar ngga salah pergaulan ).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar